Cari Artikel

Kamis, 19 November 2009

Multi Tasking Dalam Pekerjaan

Dalam dunia pekerjaan seringkali kita mendengar istilah "multi-tasking". Di era serba cepat sekarang ini, prinsip "waktu adalah uang" semakin menjejali kita, dan baik disadari maupun tidak prinsip itu telah termanifestasi dalam cara berpikir pemilik perusahaan tempat kita bekerja. Untuk efisiensi waktu dan biaya biasanya perusahaan akan berpikir seribu kali untuk menambah sumber daya manusia. Konsekuensinya, seorang karyawan mau tidak mau harus bersifat "multi-tasking", dan itu berarti harus siap mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu.

Ada hal positif yang bisa kita ambil dari tren bekerja seperti ini. Kita dituntut untuk selalu menggali potensi dan belajar lebih banyak lagi setiap harinya. "multi-tasking" membuat kita mempelajari dan memahami lebih banyak skill dan ilmu yang pada akhirnya menambah nilai jual kita sebagai karyawan. Namun bukan berarti "multi-tasking" tidak terlepas dari efek negatif. Sudah pasti jadwal menjadi lebih padat, beban pekerjaan pun semakin berat karena deadline yang kian banyak harus dipenuhi.

Untuk itu, ada beberapa cara yang bias kita terapkan untuk mengurangi efek buruk bekerja secara "multi-tasking" namun dapat tetap mempertahankan predikat sebagai karyawan teladan.



Memiliki Prioritas dan Agenda Kerja

Untuk bisa bekerja secara "multi-tasking" pikiran kita memang seringkali terbelah. Namun itu tidak berarti kita boleh kehilangan fokus kerja. Dari sederet agenda kerja yang harus kita selesaikan, pilihlah kategori yang memang urgent untuk diselesaikan. Memiliki dan meng-update setiap progress pekerjaan juga akan membantu untuk memonitor agenda kerja.

Bersikap Profesional dan Penuh Tanggung Jawab

Dari beberapa jenis pekerjaan yang harus kita selesaikan, tentu saja tidak semuanya akan berjalan mulus tanpa hambatan. Ketika mengalami kesulitan jangan lantas berhenti di tengah jalan dan beralih pada pekerjaan lain yang kelihatannya jauh lebih menyenangkan. Kesulitan yang datang justru dapat membantu kita mengasah kemampuan lebih banyak lagi.

Disiplin

Ya, waktu yang digunakan dalam bekerja akan terasa lebih padat. Tapi tidak lantas berarti kita dapat memperpanjang waktu istirahat makan siang untuk pergi refleksi karena alas an pegal-pegal. Disiplin juga berarti secara prilaku kita dituntut untuk memprioritaskan penggunaan fasilitas kantor untuk memperlancar pekerjaan. Segera matikan Facebook dan YM (Yahoo Messanger) bila sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaan yang sedang kita lakukan.

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...